Kutipan
Perubahan prilaku
manusia terjadi sebagai hasil dari contioning berupa latihan atau
kebiasaan mereaksi terhadap stimuli. (3) Gestalt yang dikembangkan oleh
Kohler, Kofka, dan Wert-heimer. Gestalt menganggap bahwa insight
merupakan inti dari belajar. Hukum-hukum yang ditampilkan ada lima, yaitu hukum
penuh arti, hukum kesamaan, hukum keterdekatan, ketertututan, dan
kontinuitas. (4) Medan dari Kurt
Lewin mendasarkan pada kesatuan Gestalt dari masa lampau, masa kini, dan masa
yang akan datang. Hal baru yang dikemukakan : belajar adalah pengubahan
struktur kognitif, pengalaman sukses mendorong belajar, dan aspirasi menuntut
pemusatan tenaga[1].
Dari pengertian
belajar di atas, secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh
laku individu yang relatif berkembang sebagai hasil pengalaman dan interaksi
individu dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif[2].
Menurut Winkel,
belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi
aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam
pengetahuan-pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat
secara relatif konstan dan berbekas[3].
Dari definisi ini maka jelaslah bahwa perubahan yang tersebut di bawah ini
bukan merupakan kasus gejala belajar, yaitu : (1) perubahan akibat kelelahan
fisik, (2) perubahan akibat menggunakan obat (3) perubahan akibat penyakit
parah atau trauma fisik, dan (4) perubahan akibat pertumbuhan jasmani[4].
[1] Noeng Muhajir, Ilmu
Pendidikan dan Perubahan Sosial, Teori Pendidikan dan Prilaku Sosial Kreatif (Yogjakarta:
Rake Sarasin, 2000), hh.49-50.
[2] Thomas L. Good & Jere E.
Brophy, Educational Psycologi Approach
(New York:
Longman Publ.1990), p. 124
[3] Winkel, Psikologi Pengajaran
(Jakarta, Grasindo, 1996), h.53
Comments
Post a Comment