MAKALAH LEADERSHIP TRAINING : Sifat-sifat Manajer Profesional
kemampuan
manajerial mutlak dimiliki oleh semua orang, tidak hanya untuk orang-orang yang
berkecimpung di dalam dunia bisnis, melainkan semua orang yang hidup di dunia
ini. Kemampuan manajerial yang baik dapat mengantarkan kita untuk lebih mudah,
cepat, dan efisien untuk mencapai tujuan dan kesuksesan.
Oleh karena pentingnya kemampuan
manajemen terhadap literature kehidupan, kadang banyak orang berpikir bagaimana
menumbuhkan sikap manajerial yang baik sehingga membentuk sebuah kepribadian
sebagai manajer yang professional. Maka dalam makalah ini, penulis mencoba
mengungkapkan cara serta kiat-kiat untuk menjadi manajer yang professional.
Meliputi tentang bagaimana serta sarat-sarat yang mutlak dimiliki.
Manajer
Profesional
A.
Manajer
Profesional
Manajer profesional adalah harapan
semua organisasi bisnis. Seorang manajer profesional bisa membawa kemajuan bagi
organisasi bisnis. Lalu apa kriteria manajer profesional tersebut? Seorang
manajer profesional setidaknya harus memenuhi beberapa persyaratan pokok
berikut ini:
a)
Mempunyai pengetahuan dan wawasan yang
luas tentang bidang bisnis dan organisasi yang ditanganinya. Syarat ini adalah
syarat pokok yang harus dimiliki oleh seorang manajer profesional. Tanpa
pengetahuan dan wawasan yang luas, bagaimana bisa manajer tersebut bisa
menjalankan organisasinya secara efektif dan menghasilkan keuntungan bagi
bisnis yang dijalankannya.
b)
Mempunyai kepribadian yang baik dan
tangguh sesuai dengan norma-norma yang berlaku secara umum di masyarakat.
Seorang manajer profesional harus seorang yang mempunyai budi pekerti yang
luhur. Perilaku seorang manajer harus sesuai dengan nilai-nilai positif. Dengan
demikian, sumber daya manusia yang berkualitas adalah syarat penting yang harus
dimiliki oleh seorang manajer profesional.
c)
Mempunyai pengalaman yang luas dalam
bidang bisnis yang dijalankannya. Seperti kita semua ketahui, pengalaman adalah
lebih penting daripada pengetahuan. Pengetahuan tanpa disertai dengan
pengalaman yang memadai tidak akan banyak berguna dalam menghasilkan output
yang bernilai positif bagi organisasi bisnis. Pengetahuan yang luas disertai
dengan pengalaman yang luas adalah senjata utama bagi keefektifan kerja seorang
manajer profesional.
d)
Mempunyai kemampuan bersosialisasi yang
baik. Tugas seorang manajer adalah mengurus orang-orang yang ada di bawahnya.
Tanpa kemampuan sosialisasi yang baik, tidak mungkin akan tercapai suatu
hubungan yang saling menguntungkan antara atasan dan bawahan. Kemampuan
sosialisasi sangat penting untuk mengarahkan bawahan menuju tercapainya tujuan
organisasi.
e)
Mempunyai kemampuan manajerial yang
memadai. Kemampuan manajerial adalah pengetahuan utama yang harus dimiliki oleh
seorang manajer profesional. Kemampuan ini bisa dipelajari di sekolah-sekolah
formal atau melalui kursus atau melalui buku-buku manajemen. Ilmu manajerial
yang hebat akan menjadi nilai lebih yang sangat bagus bagi seorang manajer
untuk dapat menjalankan organisasi secara efektif dan efisien.
B.
Ciri-ciri
dan karakteristik Manajer Profesional
Ciri karakteristik seorang manajer
profesional dapat diuraikan sebagai berikut :
1)
Menantang Proses
Setiap kasus
kepemimpinan yang terbaik selalu melibatkan satu jenis tantangan. Apapun
tantangannya, semua kasus melibatkan perubahan dari statusquo. Tidak ada satu
orang pun yang menyatakan telah melakukan yang terbaik secara pribadi dengan
terus mempertahankan banyak hal tetap sama. Singkatnya, semua pemimpin
menantang proses. Pemimpin adalah pelopor,- orang yang bersedia melangkah ke
luar dan memasuki apa yang belum diketahui. Mereka bersedia mengambil resiko,
melakukan inovasi dan percobaan supaya bisa menemukan cara yang baru yang lebih
baik untuk melakukan banyak hal.
Sumbangan utama
pemimpin adalah dalam mengenali gagasan yang baik, dukungan kepada gagasan itu,
dan kesediaan menantang sistem supaya bisa mengaplikasikan dan mewujudkan
gagasan itu.
2)
Mengilhamkan Wawasan Bersama
Pemimpin
mengilhamkan wawasan bersama. Mereka melayangkan pandangan ke seberang
cakrawala waktu, membayangkan kesempatan menarik yang disediakan setelah mereka
dan peserta mereka sampai pada tujuan yang jauh ini. Pemimpin mempunyai hasrat
supaya sesuatu terjadi, untuk mengubah cara banyak hal terjadi, menciptakan
sesuatu yang tidak ada seorang pun pernah menciptakannya sebelumnya.
Tapi ingat: orang
yang tidak punya pengikut/peserta bukanlah pemimpin. Orang baru akan mengikuti
setelah mereka menerima wawasan pemimpin sebagai wawasan mereka sendiri. Supaya
bisa mengajak orang lain mempunyai wawasan, pemimpin harus mengenal peserta
mereka dan bicara dalam bahasa mereka. Dengan demikian peserta tahu bahwa
pemimpin memahami kebutuhan mereka.
3)
Memungkinkan Orang Lain Bisa Bertindak
Pemimpin teladan
menarik dukungan dan bantuan semua orang yang harus membuat kegiatan berjalan.
Dengan satu cara, pemimpin melibatkan mereka yang harus hidup dengan hasilnya,
dan mereka memungkinkan orang lain bisa melakukan pekerjaan dengan baik. Mereka
memungkinkan orang lain bisa bertindak. Pemimpin tahu bahwa tidak ada seorang
pun yang melakukan apa yang terbaik bagi dirinya kalau dia merasa lemah, tidak
cakap, atau terasing; mereka tahu orang yang diharapkan aktif harus mempunyai
rasa kepemilikan. Pemimpin tidak menimbun kekuasaan, tetapi mendelegasikannya.
Pemimpin dengan bangga bicara mengenai kerjasama tim, kepercayaan, dan
pemberdayaan sebagai unsur pokok upaya mereka.
4)
Menjadi Penunjuk Jalan
Pemimpin berjalan
terlebih dahulu. Mereka memberikan contoh dan membina komitmen melalui tindakan
sehari-hari yang sederhana, yang menciptakan kemajuan dan momentum. Pemimpin menjadi
penunjuk jalan melalui contoh pribadi dan pelaksaanaan yang penuh pengabdian.
Supaya ia bisa menjadi penunjuk jalan secara efektif, pertama-tama ia harus
jelas terhadap prinsip bimbingannya. Ia harus bisa membela kepercayaannya. Akan
tetapi perbuatan pemimpin jauh lebih penting daripada kata-kata mereka, dan
harus konsisten dengan kata-kata mereka.
5)
Mendorong Hati
Usaha mendaki ke
puncak berat dan lama. Orang jadi kehabisan tenaga, frustasi dan kehilangan
semangat. Mereka sering tergoda untuk menyerah. Pemimpin mendorong hati peserta
mereka untuk jalan terus. Tindakan kepedulian yang sesungguhnya bisa
meningkatkan semangat dan menarik orang ke depan. Misalnya apabila seorang
berhasil dalam satu tugas tidak ada salahnya diberikan ganjaran yang sepantasnya.
Dalam banyak
kasus, pemimpin bukan hanya memberikan dorongan kepada orang lain, akan tetapi
harus juga dapat memberikan dorongan kepada dirinya sendiri untuk terus
bertahan dan berusaha untuk melayani dengan sebaik-baiknya.
C.
Ciri
Khas Pemimpin yang Dikagumi Bawahan/Pengikut.
Fakta dibawah ini
adalah hasil survey yang dilakukan suatu organisasi yang bergerak dalam
penelitian kepemimpinan tentang sifat-sifat pemimpin yang dikagumi pengikut
mereka.
1)
Jujur
Dalam setiap
survai, kejujuran lebih sering dipilih dibandingkan dengan ciri khas
kepemimpinan apapun lainnya. Ini secara konsisten muncul sebagai suatu unsur
yang paling penting dalam hubungan pemimpin-peserta. Jelas sekali, kalau kita
bersedia mengikuti seseorang-apakah ke medan pertempuran atau suatu rapat
tertentu, ke dalam rumah yang gelap, ke suatu kantor, atau ke garis depan-,
kita mula-mula ingin meyakinkan diri kita bahwa orang itu layak mendapatkan
kepercayaan kita. Konsistensi antara kata-kata dan perbuatan merupakan sarana
yang kita pergunakan untuk menilai apakah seseorang jujur.
2)
Memandang ke Depan
Kita mengharapkan
pemimpin kita mempuyai rasa akan arah, dan perhatian kepada masa depan
organisasi. Tetapi apakah kita menyebut kemampuan itu wawasan, impian,
panggilan, tujuan, atau agenda pribadi, pesannya sudah jelas: pemimpin harus
tahu kemana mereka akan pergi kalau ingin mengharapkan orang lain bersedia
bergabung dengan mereka dalam perjalanan.
Dengan kemampuan
memandang ke depan, yang dimaksudkan orang bukanlah kekuatan ajaib untuk bisa
meramalkan masa depan yang luar biasa. Realita jauh lebih berpijak di bumi:
kemampuan menetapkan atau memilih tujuan yang diinginkan yang seharusnya
dikejar oleh jemaat atau organisasi.
3)
Memberikan Inspirasi
Kita juga
mengharapkan pemimpin kita antusias, penuh semangat, dan positif tentang masa
depan. Kita mengharapkan mereka bisa memberikan inspirasi. Tidak cukup seorang
pemimpin untuk punya impian tentang masa depan. Seorang pemimpin harus bisa
menyampaikan wawasan dengan cara yang mendorong kita untuk bisa bertahan dan
bertindak.
4)
Cakap
Supaya bisa
mengajak orang dalam perjuangan orang lain, kita harus berkeyakinan bahwa orang
itu cakap membimbing kita ke tempat yang kita tuju. Kita harus melihat pemimpin
cakap dan efektif. Kalau kita meragukan kemampuan pemimpin, kita tidak bisa
diajak dalam perang suci. Kata orang: kita tidak bisa memberikan kepercayaan
dan diri kita kepada orang yang tidak punya catatan keberhasilan.
Kecakapan yang
dimaksud bukanlah dalam arti serba bisa. Tetapi seorang pemimpin harus cakap di
bidang mana dia memimpin. Misalnya seharusnya seksi olahraga lebih cakap dalam
menjelaskan masalah olah raga dibandingkan seksi kerohanian. Jujur, Memandang
ke Depan, Memberikan Inspirasi, dan Cakap hasilnya : KREDIBILITAS.
Kita menginginkan
pemimpin kita bisa dipercaya. Kita harus merasa yakin kata-kata mereka bisa
dipercaya, bahwa mereka akan melakukan apa yang mereka katakan, bahwa mereka
sendiri bergairah dan antusias dengan arah yang mereka tuju, bahwa mereka
mempunyai pengetahuan dan keahlian memimpin. Kepemimpinan: Kalau kita tidak
percaya kepada si pembawa pesan, maka kita tidak akan mempercayai pesannya.
Kalau orang melihat bahwa pemimpin
mereka memiliki kredibilitas mereka akan bisa:
• bangga mengatakan kepada orang lain
bahwa mereka bagian dari organisasi.
• memiliki rasa semangat tim yang
kuat
• memandang nilai-nilai pribadi
mereka konsisten dengan nilai-nilai organisasi.
• merasa berhubungan dan berkomitmen
dengan organisasi.
• mempunyai rasa memiliki organisasi
Kredibiltas adalah
atribut yang susah diperoleh. Dan itu adalah kualitas manusia yang sangat
rapuh. Ini diperoleh menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, bulan demi
bulan, dan tahun demi tahun. Tetapi ini bisa hilang dengan sekejap kalau tidak
dipelihara. Seorang pengikut bisa memaafkan ketidaktepatan janji pemimpin,
salah omong, keseleo lidah, tindakan yang kurang hati-hati, atau beberapa
kesalahan penting. Akan tetapi akan tiba saatnya ketika batas kesabaran seorang
pengikut apabila ketidak konsistenan berlangsung terus-menerus. Disitu pemimpin
kehilangan kredibilitas, dan amat susah untuk mendapatkannya kembali.
Untuk memahami
lebih dalam tentang ciri-ciri pemimpin ada baiknya melihat pendapat yang
dikemukakan oleh George R.Terry. George R.Terry mengemukakan delapan ciri-ciri
pemimpin yaitu :
v Energi,
mempunyai kekuatan mental dan fisik
v Stabilitas
Emosi, seorang pemimpin tiddak boleh berprasangka jelek terhadap bawahannya, ia
tidak boleh cepat marah dan percaya pada diri sendiri harus lebih besar.
v Humam
relationship, mempunyai pengetahuan tentang hubungan manusia.
v Personal
motivation, keinginan untuk menjadi pemimpin harus besar, dan dapat memotivasi
diri sendiri.
v Communication
skill, mempunyai kecakapan untuk berkomunikasi.
v Teaching
skill, mempunyai kecakapan untuk mengajarkan, menjelaskan dan mengembangkan
bawahannya.
v Social
skill, mempunyai keahlian dibidang sosial, supaya terjamin kepercaiaan dan
kesulitan bawahannya, ia harus suka mendorong, senang jika bawahannya maju,
peramah serta luwes dalam pergaulan.
v Technical
competent, mempunyai kecakapan menganalisis, merencanakan, mengorganisasi,
mendelegasikan wewenang, mengambil keputusan dan mampu menyusun konsep.
D.
Menjadi
Manajer Profesional
Berikut adalah 7 keterampilan dan
keahlian yang bisa mengantarkan ke kursi tertinggi yang sudah Anda cita-citakan
yaitu menjadi manajer yang professional :
1. Keahlian berbicara.
Mungkin terdengar sepele dan umum.
Tetapi, tak semua orang memiliki kepercayaan diri untuk berbicara di depan
umum. Tak hanya itu, ada pula sebagian orang yang tak berani berbicara dengan
orang yang ia anggap lebih pandai atau lebih tua dari dirinya. Kemampuan untuk
bisa berbicara dengan ragam orang di ragam situasi amatlah penting. Menjadi
seorang pembicara yang andal membuat kehadiran Anda amat diingat orang lain.
Berlatihlah untuk bicara dalam ragam kesempatan, seringlah mendengarkan dan
menonton orang bicara di televisi.
2. Kepercayaan diri dalam mengambil
keputusan.
Seorang pemimpin yang baik selalu
mampu mengambil keputusan dan selalu memiliki perhitungan ketika akan membuat
keputusan. Jika kepemimpinan Anda lumpuh karena takut melakukan keputusan yang
salah, maka Anda tak akan melakukan apa pun. Banyak pemimpin hebat melakukan
keputusan-keputusan berisiko tinggi dan menyadari bahwa kesalahan masih bisa
dikoreksi. Kesalahan adalah pelajaran dan kesuksesan yang tertunda. Belajarlah
untuk menimbang pro dan kontra sebuah permasalahan, pikirkan masak-masak, lalu
buat keputusan. Jangan selalu bermain aman setiap waktu, karena Anda tak akan
membuat perbedaan atau membuat Anda dikenang jika hanya melakukan hal itu-itu
saja.
3. Akuntabilitas
Satu hal yang menjadi bagian utama
kesuksesan adalah kemauan untuk mengambil tanggung jawab, baik untuk sukses dan
kegagalan. Jika Anda ingin orang lain menghargai Anda, maka memang ada
kesalahan yang merupakan kesalahan Anda. Akuilah, jangan mencari kambing hitam.
Setiap orang melakukan kesalahan, tetapi pembelajaran tersulitnya adalah
bagaimana Anda bereaksi terhadap kesalahan itu. Bagaimana Anda menyikapi
kejadian yang sudah terjadi dan mengambil hikmahnya.
4. Sikap positif
Orang pesimis akan membawa
orang-orang sekelilingnya merasa buruk dan jadi tak terlalu produktif. Jika
Anda bisa mengambil sisi positif dari keadaan yang buruk, Anda akan mengajak
orang lain untuk bersikap positif pula. Sikap dan cara pandang positif
dikontrol oleh pikiran Anda sendiri. Jangan melihat permasalahan, tapi carilah
solusinya.
5. Presentasi diri
Pandai membawa dan menempatkan diri
dengan segala atribut adalah hal yang penting. Baik itu cara Anda berpakaian,
potongan rambut, cara Anda mendandani diri berbicara lebih banyak tentang diri
Anda sebelum Anda bicara. Jangan lupa, bahwa dandanan dan penampilan Anda juga
mendorong bagaimana Anda membawakan diri Anda.
6. Atur waktu
Nah, ini juga adalah hal yang
penting. Dandanan rapi, pandai bicara, tetapi tak bisa mengatur apa pun, sama
juga bohong. Ketidakteraturan berarti Anda akan selalu mencoba menyelesaikan
apa yang seharusnya menjadi pekerjaan Anda. Ketergesa-gesaan menyelesaikan
pekerjaan memberikan kesempatan untuk kemungkinan terjadinya kesalahan. Belajarlah
untuk menyimpan agenda yang mencatat tenggat waktu dan mengatur jadual untuk
pekerjaan Anda. Kemampuan untuk bisa tepat waktu, bahkan lebih cepat dari waktu
yang ditentukan bisa membuat Anda dihormati. Karena ini berarti Anda adalah
tipe orang yang bisa menset gol yang menantang, dan bisa menggunakan waktu yang
dimiliki secara efisien.
7. Pandai menemukan solusi
Ada masalah di kantor?
Ketidakefisienan pekerjaan pegawai, atau pemborosan keuangan, atau apa pun itu.
Jika Anda menemukan sebuah solusi, jalankan dan usahakan. Mereka yang memiliki
solusi dan membantu perusahaan ke arah yang lebih baik, pasti akan menemukan
jalan untuk menjadi yang teratas. Jangan hanya berpangku tangan dan menunggu
perintah. Inisiatif untuk menjadi seorang pemecah masalah pasti selalu
dihargai.
Kesimpulan
Ø Persyaratan
pokok yang harus dimiliki untuk menjadi manajer professional adalah:
a).Mempunyai pengetahuan dan wawasan yang luas tentang bidang bisnis dan
organisasi yang ditanganinya. b).Mempunyai kepribadian yang baik dan tangguh
sesuai dengan norma-norma yang berlaku secara umum di masyarakat. c). Mempunyai
pengalaman yang luas dalam bidang bisnis yang dijalankannya.d). Mempunyai
kemampuan bersosialisasi yang baik. e).Mempunyai kemampuan manajerial yang memadai
Ø Ciri-ciri
dan karakteristik manajer profesional antara lain: Menantang proses,
mengilhamkan wawasan bersama, memungkinkan orang lain bisa bertindak menjadi
penunjuk jalan, mendorong hati
Ø Ciri
Khas Pemimpin yang Dikagumi Bawahan/Pengikut adalah : Jujur, memandang ke
depan, memberikan inspirasi, cakap
Ø 7
keterampilan untuk menjadi manajer professional
1. Keahlian
berbicara.
2. Kepercayaan
diri dalam mengambil keputusan
3. Akuntabilitas
4. Sikap
positif
5. Presentasi
diri
6. Atur
waktu
7. Pandai
menemukan solusi
Daftar pustaka
James
A.F Stoner, Manajemen Jilid 1. 1996J. akarta, Prenhalindo,
Ensiklopedi
Nasional Indonesia Vol. 16. 1990. Jakarta: PT Cerah Pustakatama
Handoko,
T Hani. 1993. Manajemen II. Yogyakarta : BPFE
Comments
Post a Comment