MAKALAH METODOLOGI PENELITIAN : PENELITIAN EKSPERIMENTAL

BAB I
PENDAHULUAN
            Penelitian pada hakikatnya adalah suatu kegiatan untuk memperoleh kebenaran mengenai sesuatu masalah dengan metode ilmiah.  Dorongan utama manusia untuk mengadakan penelitian ialah instink ingin tahu yang ada pada setiap manusia. [1]
Dalam dunia penelitian, ketika seseorang ingin memperoleh kebenaran mengenai suatu masalah. Maka banyak sekali metode-metode yang dapat digunakan ketika seorang peneliti ingin melakukan penelitian. Salah satu metode tersebut adalah metode penelitian eksperimen.
Penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang paling produktif. Karena jika penelitian tersebut dilakukan dengan baik dapat menjawab hipotesis yang utamanya berkaitan dengan sebab akibat. Di samping itu, penelitian eksperimen juga merupakan salah satu bentuk penelitian yang memerlukan syarat yang lebih ketat jika dibandingkan dengan jenis penelitian lainnya. Hal ini karena sesuai dengan maksud para peneliti yang mengiginkan adanya kepastian untuk memperoleh informasi tentang variabel mana yang menyebabkan sesuatu terjadi dan variabel mana yang memperoleh akibat terjadinya perubahan dalam suatu kondisi eksperimen.[2]
Sengaja penulis deskripsikan sedikit mengenai penelitian eksperimen karena metode penelitian eksperimen inilah yang menjadi judul dalam makalah ini, makalah ini selajutnya akan membahas beberapa sub judul diantaranya: Masalah Dalam Penelitian Eksperimental, Kajian Teori Dalam Penelitian Eksperimental, Variabel penelitian, Instrumen Penelitian Eksperimen, Penentuan Populasi dan Sampel Penelitian, Metode Pengumpulan Data, Pembuatan Perlakuan, Analisis Data Penelitian. pembahasan tentang beberapa sub-sub judul diatas akan dilakukan dengan cara merujuk pada buku-buku yang relevan.



PENELITIAN EKSPERIMEN
Menurut sejarah, seorang navigator Inggris bernama Sir Humprey Gilbert (1539-1583) dan seorang dokter dan ahli bintang Italia bernama Galileo Galilei (1564-1642) merupakan “bapak” dari metode eksperimen. Gilbert membuktikan ketidakbenaran Forta, seorang ahli pada masanya, dan menolak teori forta yang mengatakan bahwa besi akan menjadi besi berani jika besi digosok dengan berlian. Gilbert membantah hukum forta tersebut dengan mengadakan percobaan-percobaan. Ia menggosok besi dengan 95 macam berlian di depan saksi-saksi, dan hasil percobaannya menunjukkan bahwa tidak ada satu bahanpun yang dapat membuat besi menjadi besi berani.
Galilei menolak hukum Aristoteles (384-322 SM) yang menyatakan bahwa kecepatan benda yang sejenis sebanding dengan berat benda tersebut Galilei membuat percobaan dengan melemparkan bola besi yang beratnya berbeda-beda dari atas menara condong Pisa. Kenyataannya, semua bola besi tersebut jatuh dalam waktu yang sama, walaupun bola besi tersebut berbeda-beda beratnya.[3]

1.      Pengertian dan Karakteristik Penelitian Eksperimen
Jackie Watson sebagaimana yang dikutip oleh Masganti Sitorus mendefinisikan penelitian eksperimen sebagai berikut:
The experimental designs provide the most rigorous test of hypotheses are characterized by the determination of cause and effect relationships between two or more variables (desain penelitian eksperimen melakukan pengujian hipotesis yang ketat dengan menentukan hubungan sebab akibat antara dua atau lebih variabel) eksperimen dapat dilakukan di laboratorim, diruang kelas, atau di tempat lain.[4]
            Menurut Sugiyono, penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.[5]
            Sedangkan menurut Wiersma sebagaimana yang dikutip Emzir mendefinisikan eksperimen sebagai suatu situasi penelitian yang sekurang-kurangnya satu variabel bebas, yang disebut sebagai variabel eksperimental, sengaja dimanipulasi oleh peneliti.[6]
            Definisi yang lebih jelas diungkapkan oleh M. Kasiram bahwa eksperimen dapat didefinisikan sebagai suatu model penelitian di mana peneliti memanipulasi  suatu stimuli atau kondisi, kemudian mengobservasi pengaruh atau akibat dari perubahan stimuli atau kondisi tersebut pada obyek yang dikenai stimuli atau kondisi tersebut.[7]
Untuk lebih mudah memahami pengertian penelitian eksperimen, terutama pada beberapa kata yang menjadi kata kunci dalam penelitian eksperimen, seperti kata manipulasi, control, dan observasi, maka disini akan dijelaskan tentang karekteristik penelitian eksperimen, yaitu:
a.         Manipulasi
Karekteristik pertama yang selalu ada dalam penelitian eksperimen adalah adanya tindakan manipulasi variabel yang secara terencana dilakukan oleh si peneliti. Dalam hal ini Sukardi menjelaskan bahwa memanipulasi variabel ini tidak mempunyai arti yang negatif seperti yang terjadi di luar konteks penelitian. Yang dimaksud dengan manipulasi yaitu tindakan atau perlakuan yang dilakukan oleh seorang peneliti atas dasar pertimbangan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka guna memperoleh perbedaan efek dalam variabel terikat. Sebagai contoh dalam hal ini misalnya dalam suatu proses penelitian laboratorium, dua kelompok yaitu treatment dan kelompok kontrol diberikan suhu ruangan yang bertingkat, yaitu dingin, sedang dan panas. Perbedaan kondisi ruang tersebut direncanakan sebagai penentu awal agar mereka memperoleh hasil yang mungkin berbeda di antara kedua grup. Perbedaan yang muncul tersebut diperhitungkan sebagai akibat adanya manipulasi variabel terhadap dua kelompok.[8]
b.        Mengontrol variabel
Karekteristik kedua yang selalu ada dalam penelitian eksperimen yaitu adanya kontrol yang secara sengaja dilakukan oleh peneliti terhadap variabel yang ada. Menurut L.R.Gay sebagaimana yang dikutip oleh Emzir dalam buku Educational Research: Competencies For Analysis & Application, Kontrol atau pengendalian mengacu pada usaha-usaha pihak peneliti untuk menyingkirkan pengaruh suatu variabel (selain variabel bebas) yang dapat mempengaruhi performansi pada variabel terikat. Dengan kata lain, peneliti ingin agar kelompok sedapat mungkin sama, dengan demikian perbedaan utama di antara mereka hanyalah variabel bebas, perbedaan yang disebabkan oleh peniliti.[9]
c.         Observasi (pengamatan)
Untuk mengetahui apakah ada pengaruh manipulasi variabel bebas terhadap variabel terikat dalam suatu penelitian eksperimen, pengamatan perlu dilakukan. Pengamatan dilakukan pada ciri-ciri tingkah laku subjek yang diteliti. Dalam melakukan pengamatan ini peneliti melakukan pengukuran dengan menggunakan instrumen.[10]
           
2.      Masalah Dalam Penelitian Eksperimental
Maganti mengungkapkan bahwa masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Masalah penelitian adalah kesenjangan antara harapan dan  kenyataan yang dapat diteliti.[11]
Menurut kerlinger permasalahan yang kan diteliti hendaknya dapat memenuhi tiga kriteria penting, yaitu:
a)      Permasalahan atau problematika sebaiknya merefleksikan dua variabel atau lebih
b)      Sebaoknya dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang jelas dan tidak meragukan
c)      Sebaiknya dapat diuji secara empirik.[12]
Jadi meurut sukardi suatu masalah pada penelitian eksperimen  pada prinsipnya terbangun dari hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat (causal-effect relationship). Pada penelitian eksperimen masalah itu muncul melalui pertanyaan sederhana yang berkaitan dengan sesuatu jika dilakukan pada kondisi yang dikontrol dengan teliti, maka  apa yang akan terjadi? Oleh karena itu penelitian eksperimen ini dilakukan oleh peneliti dengan tujuan mengatur situasi dimana pengaruh beberava variabel terhadap satu atu variabel terikat dapat teridentifikasi.[13]

3.      Kajian Teori Dalam Penelitian Eksperimental
Dalam mengkaji sumber pengetahuan, peneliti mencar dasar-dasar nyang menjadi acuan yang berkaitan dengan permasalahan penelitian.  melakukan pendalaman dan mengidentifikasi pengetahuan yang tidak terbatas hanya pada satu sumber saja tetapi dapat bervariasi. Kegiatan inilah yang disebut dengan kajian teori.
Kajian teori yang baik adalah kajian teori yang cocok dengan variabel penelitian secara teoritis dan filosofis. Misalnya penelitian pendidikan islam sebaiknya kajian teori diambil dari tokoh-tokoh pendidikan islam agar filosofis pendidikan islam ikut terbangun dalam teori-teori yang digunakan. Kemudian jumlah kelompok teori yang dikumpulkan harus disesuaikan dengan jumlah variabel yang ditelti. Kalau dalam penelitian eksperimen ada variabel independent dan variabel dependent maka kedua-duanya harus dijelaskan berdasarkan teori-teori yang ada.
Ada beberapa langkah dalam melakukan kajian teori, yaitu:
a)      Menidentifikasi term kunci yang akan digunakan dalam pencarian literatur.
b)      Mengumpulkan semua literatur yang berkaitan dengan topik
c)      Memilih literatur yang akan digunakan
d)      Mengorganisir literatur yang telah dipilih
e)      Menulis review literature dan menuliskan ringkasanya.

4.      Variabel penelitian
F.N.Kerlinger mendefinisikan bahwa variabel ialah suatu sifat yang dapat memiliki bermacam nilai atau lebih tegasnya variabel itu adalah sesuatu yang bervariasi.[14]
Sukardi menjelaskan bahwa dalam penelitian eksperimen variabel-variabel yang ada termasuk variabel bebas atau independent variable dan variabel terikat atau dependent variable, sudah ditentukan secara tegas oleh para peneliti sejak awal penelitian. Variabel bebas biasanya merupakan variabel yang dimanipulasi secara sistematis. Di bidang pendidikan, yang diidentifikasi sebagai variabel bebas di antaranya termasuk: metode mengajar, macam-macam penguatan (reinforcements), frekuensi penguatan, sarana dan prasarana pendidikan, lingkungan belajar, materi belajar, jumlah kelompok belajar dan sebagainya. Sedangkan variabel terikat yang sering juga disebut dengan criterion variable merupakan variabel yang diukur sebagai akibat adanya manipulasi pada variabel bebas. Variabel terikat ini disebut dependent  variable karena memang fungsi mereka yang tergantung pada variabel bebas yang sering dikelompokkan sebagai variabel terikat dalam bidang pendidikan misalnya: hasil belajar siswa,  kesiapan belajar siswa, kemandirian siswa dan sebagainya.[15]
Untuk lebih memperjelas penjelasan di atas penulis mengutip pendapat Kasiram yang membagi varibel yang perlu dikendalikan dalam penelitian eksperimen menjadi dua macam, yaitu[16]:
1.      Variabel eksperimen (experimental variable) atau disebut juga treatment variable.[17]
2.      Variabel bukan eksperimen (non experimental variable), yaitu variabel selain treatment.[18]

5.      Instrumen Penelitian Eksperimen
Suharsimi Arikunto menjelaskan bahwa Instrumen penelitian diartikan sebagai alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.[19]
Instrumen penelitian ini adalah merupakan sesuatu hal yang sangat perlu Bahkan menurut Burhan Bungin, instrumen penelitian menempati posisi teramat penting sebagai perangkat lunak dari seluruh rangkaian proses pengumpulan data penelitian di lapangan, lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa instrumen penelitian itu tidak berbeda dengan sebuah “jala” atau “jaring” yang digunakan untuk menangkap atau menghimpun data sebanyak dan sevalid mungkin.[20]
Maka untuk menjelaskan tentang instrumen yang dipakai dalam penelitian eksperimen, penulis mengutip penjelasan dari Masganti sitorus. Yang mana dijelaskan bahwa instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian eksperimen antara lain tes, angket dan perlakuan. Tes-tes telah di ujicobakan sebelum digunakan sebagai alat pengumpul data. Tes dilakukan di awal dan di akhir penelitian untuk mengetahui terjadi perubahan pada perilaku responden penelitian. Angket digunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan variabel kontrol yang digunakan dalam penelitian misalnya variabel konsep diri siswa dalam penelitian tentang pengaruh metode pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar PAI. Perlakuan digunakan untuk menyediakan situasi yang diperkirakan menjadi sebab terjadinya perubahan pada variabel terikat yang diteliti misalnya perlakuan pembelajaran dengan menggunakan metode kontekstual.[21]

6.      Penentuan Populasi dan Sampel Penelitian
a.      Populasi
     Populasi berasal dari bahasa Inggris Population yang berarti jumlah penduduk.[22] Oleh sebab itu kata populasi selalu dikaitkan dengan masalah-masalah kependudukan. Kemudian kata populasi banyak digunakan dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk metodologi penelitian.
Untuk lebih memperjelas pemahaman terdapat beberapa pengertian populasi menurut para ahli:
1)      Populasi menurut Sugiyono adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.[23]
2)      Menurut Babbie sebagaimana yang dikutip Sukardi tidak lain adalah elemen penelitian yang hidup dan tinggal bersama-sama dan secara teoritis menjadi target hasil penelitian.[24]
3)      Suharsimi mengungkapkan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.[25]
Dari beberapa penjelasan diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan yang dalam hal ini penulis mengutip kesimpulan Masganti, dikarenakan dapat mewakili dari beberpa defenisi diatas, yaitu: polulasi dalam metodologi penelitian adalah: “Keseluruhan unit yang memiliki cirri-ciri yang sama menurut kriteria penilaian yang sedang dilakukan”. [26]
Terkait dengan masalah populasi ada hal yang perlu untuk diperhatikan. Bahwa sebelum penelitian dilakukan peneliti harus mengetahui sebaran dan ciri-ciri populasinya, apakah populasi terdistribusi secara homogen atau heterogen.[27] Homogenitas populasi adalah hal yang sangat diutamakan dalam penelitian eksperimen, apabila upaya homogenitas dapat dicapai secara maksimal maka sangat membantu peningkatan validitas penelitian.
Homogenitas subyek penelitian dapat dicapai dengan membatasi cirri-ciri populasinya yang diantaranya adalah:
a.         Aspek tempat, wilayah atau tempat subyek penelitian
b.          Aspek subjek sendiri, jenis kelamin, umur, rasial, pendidikan
c.          Aspek sosial, kelas sosial, keluarga dan lingkungan sosial.[28]

b.      Sampel
1.      Pengertian dan Hal  Memilih Sampel
Untuk memberikan pemahaman tentang apa itu sampel disini akan dikemukakan beberapa defenisi dari sampel penelitian:
1)      Menurt suharsimi sebahagian atau wakil populasi yang diteliti.
2)      Menurut Sugiyono adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
3)      Menurut masganti sebahagian jumlah obyek yang terpilih untuk diteliti dengan menggunakan tekniksampling tertentu.
            Dari beberapa definisi di atas dapat ditarik kesimpulan sampel itu adalah sebahagian dari jumlah dan karekteristik dari populasi yang terpilih untuk diteliti.
            Penentuan terpilihnya sampel penelitian itu haruslah dengan teliti. Artinya haruslah benar-benar representatif. Maksudnya adalah harus benar-benar bisa mewakili seluruh karekteristik yang ada dalam populasi.[29]
            Menurut Burhan Bungin ada bebapa hal yang perlu dalam menentukan sampel dalam suatu penelitian, yaitu:
a.    Derajat keseragaman (degree of homogeneity) populasi. Semakin homogen populasi, maka semakin besar kemungkinan penggunaan sampel dalam jumlah kecil.
b.    Derajat kemampuan peneliti mengenal sifat-sifat khusus populasi.
c.     Presisi (ketetapan/kesamaan) yang dikehendaki penelitian. populasi penelitian amat besar sehingga derajat kemampuan peneliti mengenal karekteristik khusus populasi menjadi rendah. Oleh karena itu jika penelitian menghendaki derajat presisi yang tinggi, maka menjadi keharusan menggunakan sampel besar dalam penelitian yang dilakukannya.
d.    Penggunaan teknik sampling yang tepat. Sampling adalah kegiatan yang berkaitan dengan langkah-langkah penetuan sampel penelitian.[30]
Selanjutnya mengenai besaran jumlah kelompok sampel yang dibutuhkan  pada suatu penelitian eksperimen adalah tergantung dari desain eksperimen yang digunakan. Ada eksperimen yang dilakukan terhadap dua kelompok yang diambil dari populasi yang sama, dan ada pula eksperimen yang dilakukan satu kelompok saja tetapi terhadap kelompok tersebut dilakukan pengukuran sebanyak dua kali. Sehingga jumlah sampelnya tergantung dari desain kelompok yang ditentukan. Sedangkan besaran anggota sample, ditentukan oleh kekuatan pengaruh perlakuan dari studi-studi sebelumnya.[31]
Maka dengan kata lain kita dapat merumuskan bahwa sebelum melakukan penggambilan sampel peneliti harus mengetahui terlebih dahulu berapa besar anggota sampel yang akan diambil dari populasinya. Besar anggota sampel akan mempengaruhi representatif atau tidaknya sample terhadap populasi. Dijelaskan bahwa semakin besar anggota sampel semakin mencerminkan keadaan populasinya.[32]
2.      Teknik Pengambilan Sampel[33]
Dalam metodologi penelitian banyak sekali teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian, namun yang terkenal dalam penelitian eksperimen adalah dengan cara randomisasi.
Yaitu pemilihan subyek[34] secara acak (random) di dalam menentukan kelompok kontrol maupun eksperimen. Hal ini dilakukan untuk menghindari variabel-variabel di luar yang diuji/eksperimen turut mempengaruhi terhadap variabel terikat. Randomisasi dilakukan pada saat menentukan subyek eksperimen pada kelompok control dan eksperimen sebelum perlakuan. Cara biasa  yang dilakukan untuk hal tersebut adalah mengukur kemampuan awal terhadap variabel terikat antara kelompok eksperimen dengan kelompok control. Setelah hasil tersebut diketahui dan memberikan kesamaan (rata-rata kemampuan kelompok contol dan kelompok eksperimen tidak berbeda) maka eksperimen dapat dilakukan.
7.      Pembuatan Perlakuan
Pada penjelasan sebelumnya di atas sebenarnya sudah dijelaskan sedikit mengenai pembuatan perlakuan yang dalam penelitian eksperimen disebut juga dengan manipulasi.
Jadi adapun yang dimaksud dengan perbuatan perlakuan adalah perlakuan yang dilakukan oleh peneliti atas dasar pertimbangan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka guna memperoleh perbedaan efek dalam variabel terikat
Dalam penelitian eksperimen variabel bebas keadaanya dimanipulasi, sedangkan variabel terikat sebagai variabel yang dipengaruhi tidak dimanipulasi. Untuk menghindari pengaruh lain terhadap variabel terikat maka dilakukan amper/pengendalian terhadap variabel-variabel tersebut.
8.      Metode Pengumpulan Data
Sering sekali terjadi kesalahpahaman bahwa metode pengumpulan data. Sering diartikan sama dengan instrument pengumpulan data. Oleh karena itu sebelumnya penulis akan menjelaskan terlebih dahulu perbedaan dari kedua hal tersebut.
Dalam hal ini suharsimi arikunto menjelaskan secara luas bahwa, metode pengumpulan data adalah “cara-cara” yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpukan data. Sedangkan instrument pengumpulan data adalah “alat bantu” yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data.[35]
Jadi secara ringkas bahwa perbedaan yang paling menonjol dari keduanya adalah bahwa metode adalah “cara” dan sedangkan instrument adalah “alat bantu”.
Metode pengumpulan data dalam penelitian eksperimen umumnya menggunakan tes, angket, dan eksperimen.
1.      Tes
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
2.      Angket (kuesioner)
Metode angket merupakan serangkaian atau daftar pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui.
3.      Eksperimen
Eksperimen digunakan untuk membuat suatu situasi yang telah dirancang sebelumnya oleh si peneliti.[36]

9.      Analisis Data Penelitian
Analisis data dari hasil pengumpulan data, merupakan tahapan yang penting dalam penyelesaian suatu kegiatan penelitian ilmiah. Data yag telah terkumpul tanpa di analisis menjadi tidak bermakna, tidak berarti, menjadi data yang mati. Oleh karena itu analisis data itu adalah untuk memberikan arti, makna, dan nilai yang terkandung dalam data.[37]
Namun sebelumnnya di sini akan dijelaskan tentang macam-macam model penelitian eksperimen, hal ini dikarenakan bahwa dalam hal analisis data penelitian eksperimen  haruslah di sesuaikan dengan model atau desain yang dipilih oleh si peneliti.
a.       Eksperimen murni
Dalam eksperimen murni (true eksperimen) pengujian variabel bebas dan variabel terikat dilakukan terhadap kelompok eksperimen dan kelompok control. Subyek-subyek yang diteliti dalam kedua kelompok tersebut (juga pada masing-masing kelompok) di ambil secara acak. Dalam pelaksanaan penelitian, kesamaan karekteristik subjek tersebut memang dibuat sama atau disamakan penyamaanya dilakukan melalui pengujian, umpamanya pengujian kecerdasan, bakat, kecakapan, ktahanan fisik dan sebagainya.banyak model desain penelitian eksperimen yang bisa digunakan, desain dasarnya adalah desain kelompok control pretes tes acak, yang bisa di visualisasikan sebagi berikut:


Kelompok
Pretest
Perlakuan
Posttest
Acak
Acak
A (eksperimen)
B (control)
           0
            0
            X
               01
                02

Keterangan:
0                    = skor pre test (kedua kelompok memiliki skor/kemampuan yang sama
X         = perlakuan (hanya kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan)
01        = skor pretest untuk kelompok eksperimen
02        = skor pretest untuk kelompok control
            Terdapat juga model lain dengan 3 kelompok eksperimen tanpa kelompok komtrol.

Kelompok
Pretest
Perlakuan
Posttest
Acak
Acak
Acak
A (eksperimen)
B (eksperimen)
C (eksperimen)
           0
           0
           0
          X1
          X2
          X3
            01
            02
             03

Keterangan:
0                    = skor pre test (ketiga kelompok memiliki skor/kemampuan yang sama
X1        = perlakuan (semua kelompok mendapat perlakuan yang berbeda)
01        = skor postest untuk kelompok eksperimen pertama
02        = skor postest untuk kelompok eksperimen kedua
03        = skor postest untuk kelompok eksperimen ketiga
            Model lain adalah model 3 kelompok eksperimen dan 1 kelompok control

Kelompok
Pretest
Perlakuan
Posttest
Acak
Acak
Acak
Acak
A (eksperimen)
B (eksperimen)
C (eksperimen)
D (Kontrol)
           0
           0
           0
           0
          X1
          X2
          X3
            01
            02
             03
             04

Keterangan:
1                    = skor pre test (ke empat kelompok memiliki skor/kemampuan yang sama
X1       = perlakuan (tiga  kelompok mendapat perlakuan yang berbeda, sementara kelompok keempat tidak mendapatkan perlakuan)
01        = skor postest untuk kelompok eksperimen pertama
02        = skor postest untuk kelompok eksperimen kedua
03        = skor postest untuk kelompok eksperimen ketiga
03        = skor postest untuk kelompok eksperimen keempat
Model lain adalah model eksperimen murni tanpa menggunakan pretest

Kelompok
Perlakuan
Posttest
Acak
Acak
Acak
A (eksperimen)
B (eksperimen)
C (eksperimen)
          X1
          X2
          X3
            01
            02
             03

b.      Eksperimen semu
Eksperimen semu adalah yang dilakukan karena tidak mungkin dapat mengontrol semua variabel turut mempengaruhi terhadap variabel terikat. Untuk mengurangi pengaruh variabel lain dipergunakan pengontrolan variabel dengan cara melakukan pemasangan terhadap subyek yang diteliti, misalny IQ, Usia dan lainsebaginya. Model terbaru dalam kuasi eksperimen dikenal dengan metode eksperimen dengan desain factorial. Desai factorial melibatkan dua atau lebih variabel bebas, dan sekurangnya satu yang dimanipulasi oleh sipeneliti.
c.       Eksperimen lemah atau pra eksperimen
Model ini tidak mempertimbangkan adanya randomisasi pengamblan kelompok dan tikak memperhitungkan skor pre test yang diperoleh, jugatidak menggunakan pengontrolan terhadap variabel.
            Setelah dijelaskan tentang berbagai model penelitian eksperimen, menurut Gay sebagaimana yang dikutip Masganti adapun analisis data yang sering digunakan dalam penlitian eksperimen antara lain dengan analysis of covarian (ANCOVA), Analisis of variance (ANAVA) dan t Test.
t-test digunakan untuk menguji perbedaan dua buah rerata nilai dua variabel.  Teknik tersebut mempunyai keterbatasan tertentu yakni tidak dapat digunakan untuk membedakan rerata yang lebih dari dua nilai. Sedangkan teknik analisis yang digunakan untuk menguji perbedaan yang lebih dari dua nilai yaitu analisis varians.
Analisis kovarian adalah suatu metode statistik untuk penyamaan kelompok yang dibentuk secara random pada satu atau lebih variabel control. Dalam arti, analisis kovarian mengatur skor pada suatu variabel terikat untuk perbedaan awal pada beberapa variabel lain, seperti sebagai skor pretest, IQ, Kesiapan membaca, bakat music dan sebagainya.
Analisis of variance (ANAVA), merupakan sebuah teknik iferensial yang digunakan untuk menguji perbedaan rerata nilai.
  1. Sitematika Penulisan Laporan Penelitian Eksperimental
BAGIAN AWAL
  1. Halaman judul
  2.  Halaman Pengesahan
  3. Abstrak
  4. Kata Pengantar
  5. Daftar Isi dan lampiran-lampiran
BAGIAN ISI:
BAB I :     PENDAHULUAN
A. Latar Belakang  berisi uraian tentang kondisi lapangan  disertai diskripsi masalahnya, dengan dukungan data awal yang memperjelas adanya masalah. Untuk memecahkan masalah diperlukan tindakan/treatment dengan metode baru yang akan diujicobakan. Di samping itu  ditunjukkan kebiasaan bahwa metode yang dilakukan dalam proses pembelajaran kurang berhasil . Diyakini bahwa dengan metode baru itu berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.
B. Rumusan Masalah (diharapkan kalimat Tanya): Misalnya: (1) Adakah perbedaan kemampuan matematika antara siswa yang diajar dengan metode pemecahan soal dibanding dengan yang diajar dengan metode pemahaman konsep.(2) Adakah hubungan antara sikap terhadap metode dengan kemampuan matematika?
C. Tujuan Penelitian; (sesuaikan dengan rumusan masalah)
D. Manfaat Penelitian; (sesuaikan dengan apa yang direncanakan pada proposal, namun peneliti dapat mengembangkan)
BAB II :    LANDASAN TEORI
Kemukakan teori dan pustaka yang relevan dengan variabel independent (bebas jaitu variabel tindakan) dan variabel dependent (terikat, tergantung), dan menjelaskan kaitan antara kedua variabel itu. Diperlukan adanya usaha  membangun argumentasi teoritis yang menunjukkan bahwa dengan tindakan yang diberikan dimungkinkan dapat berpengaruh positif terhadap hasil/mutu proses pembelajaran pada mata ajaran tertentu. Untuk itu perlu diuraikan secara rinci keterkaitan antara variabel yang dijadikan sasaran penelitian secara jelas, baik variabel dependen maupun independennya. Kemukakan kerangka berpikir/alur yang logis shingga mampu memberikan gambaran bahwa perlakuan dengan metode/teknik/cara baru yang akan dilakukan dapat menghasilkan dampak yang lebih baik dari pada metode/teknik/cara lain atau yang selama ini digunakan. Pada bagian akhir perlu dikemukakan hipotesis yang akan diuji melalui penelitian eksperimen ini.
BAB III :  METODE PENELITIAN
Deskripsikan desain/pola eksperimen/perlakuan dalam rangka penelitian yang memuat: Subyek penelitian,  langkah-langkah atau prosedur penelitian dimulai dari perencanaan untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, menentukan pelaksanaan tindakan/treatment, materi dan metode yang  akan dikenakan pada kedua  kelompok tersebut, cara mengatasi kesesatan, sehingga tidak akan mempengaruhi hasil, waktu pelaksanaan eksperimen. Jenis instrumen penelitian yang akan digunakan dan syarat validitas dan reliabilitasnya, serta teknik analisis datanya. Eksperimen yang dilakukan harus  bersifat rasional, dan feasible.
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berikan gambaran tentang subyek penelitian dengan disertai kondisi riil dari setiap kelompok (eksperimen dan kontrol) selama eksprimen berlangsung. Kemukakan adanya perubahan yang terjadi pada diri siswa, lingkungan kelas, guru sendiri, motivasi/minat belajar, dan hasil belajar atas perlakuan yang dikenakan pada kelompok eksperimen Data dapat disajikan dalam bentuk narasi/uraian, tabel atau bagan Sajikan data hasil penelitian untuk setiap kelompok sebagai dasar analisis dengan beberapa keterangan yang relevan. Kemukakan hasil pengolahan atau analisis data hasil eksperimen.. Tunjukkan adanya perbedaan antara hasil tindakan pada kelompok eksperimen (dengan metode A) dengan kelompok kontrol (dengan metode B). Pada kesimpulan hasil analisis bila  secara statistik bila telah membuktikan adanya perbedaan hasil antara keduanya, berarti hasil metode yang satu  lebih baik daripada metode lainnya. Pada pembahasan berikan kejelasan yang memperkuat dari hasil analisisnya, dengan memberikan berbagai argumentasi logis yang mendukung.
BAB V :  SIMPULAN DAN SARAN
Sajikan simpulan hasil penelitian sesuai dengan  tujuan/masalah penelitian yang telah disampaikan sebelumnya serta dengan mendasarkan hasil analisis yang diperoleh.pada bab IV
Berikan saran dan tindak lanjut berdasarkan simpulan yang diperoleh baik yang menyangkut segi positif maupun negatifnya.
DAFTAR PUSTAKA
Memuat semua sumber pustaka yang digunakan dalam penelitian dengan menggunakan sistem yang telah dibakukan secara konsisten.
Lampiran-lampiran:
Lampiran berisi semua   instrumen yang digunakan  (pedoman wawancara, pedoman observasi, angket, test hasil belajar dll),  contoh hasil kerja siswa, data hasil penelitian,  print-out analisis, daftar hadir, ijin penelitian, serta bukti lain yang dipandang perlu





BAB III
KESIMPULAN

Metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Beberapa ciri utama dari penelitian ini adalah manipulasi, pengendalian, randomisasi, observasi.    
Masalah pada penelitian eksperimen  pada prinsipnya terbangun dari hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat (causal-effect relationship. Selanjutnya dalam penelitian ini variabel dibagi kepada dua, ada yang disebut dengan variabel independent (bebas) dan variabel dependent (terikat).
Dalam penelitian eksperimen terdapat yang disebut dengan kelompok experiment dan kelompok control. Pada kelompok eksperimen dilakukan perlakuan atau yang disebut manipulasi sedangkan pada kelompok control tidak diberikan perlakuan.
Populasi dalam penelitian ini umumnya bersifat homogeny,  sedangkan tekhnik samplingnya adalah menggunakan sampling radndom. Kemudian adapun instrument penelitiannya adalah tes, angket, perlakuan dan metode pengumpulan data dalam penelitian eksperimen adalah tes, angket, observasi. Dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah t-tes, analysis variants, analysis covariant.











DAFTAR PUSTAKA


Arikunto, Suharsimi, Manajemen Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta, 2007.

Bungin, M.Burhan, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2005.

Echols,  Jhon M. & Hasan Sadily, Kamus Inggris-Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama: 2005.

Emzir, Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2009.

Kasiram, Moh, Metodologi Penelitian Refleksi Pengembangan Pemahaman dan Penguasaan Metodologi Penelitian, Malang: UIN-Malang Press, 2008.

Kerlinger, Fred, Asas-Asas Penelitian Behavioral, terjemahan Landung R. Simatupang, Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1996.

Nazir,  Moh,  Metode Penelitian, Jakarta:Ghalia Indonesia, 2011.

Sitorus, Masganti, Metodologi Penelitian Pendidikan Islam, Medan: IAIN Press, 2011.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2008.

Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Praktiknya, Jakarta: Bumi Aksara, 2008.












[1]
[2]
[3] Moh. Nazir, Metode Penelitian, (Jakarta:Ghalia Indonesia, 2011), h.63.
[4] Masganti Sitorus, Metodologi Penelitian Pendidikan Islam, (Medan: IAIN Press, 2011), h. 111-112.
[5] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2008), h. 72.
[6] Emzir, Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2009), h. 63.
[7] Moh. Kasiram, Metodologi Penelitian Refleksi Pengembangan Pemahaman dan Penguasaan Metodologi Penelitian.(Malang: UIN-Malang Press, 2008), h. 210.
[8]  Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h.181.
[9] Emzir, Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2009), h. 67.
[10]  Ibid, h. 68
[14] Fred N.kerlinger, Asas-Asas Penelitian Behavioral, terjemahan Landung R. Simatupang, (Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1996), h.49.
[15]  Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h.178-179.
[16] Moh. Kasiram, Metodologi Penelitian Refleksi Pengembangan Pemahaman dan Penguasaan Metodologi Penelitian, (Malang: UIN-Malang Press, 2008), h. 212.
[17] Cukup disebut treatment saja. Variabel eksperimen atau treatment adalah kondisi atau tindakan yang hendak diteliti pengaruhnya terhadap tingkah laku obyek. Dalam hal ini peneliti harus mempersiapkan treatment sedemikian rupa, sehingga semua gejala yang ditimbukan oleh treatment tadi dapat diamati dengan baik.
[18] Variabel yang dapat mempengaruhi tingkah laku obyek coba dalam menanggapi treatment yang diberikan kepadanya. Dalam hal ini adal dua macam: variabel yang dapat di control (controlled variable) dan yang tidak dapat dikontrol (Extraneous variables).
[19]  Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), h.101
[20]  M.Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2005), h.94-95.
[21] Masganti Sitorus, Metodologi Penelitian Pendidikan Islam, (Medan: IAIN Press, 2011), h. 120.
[22] Lihat:  Jhon M.Echols & Hasan Sadily, Kamus Inggris-Indonesia, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama: 2005), h.438.
[23] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2008), h.80.
[24] Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h.53.
[26] Masganti Sitorus, op.cit, h.44.
[27] Populasi Homogen, yaitu kesluruhan individu yang menjadi anggota populasi, memiliki sifat-sifat yang relatif sama satu sama lainnya. Populasi heterogen, yaitu keseluruhan individu anggota populasi relatif memiliki sifat-sifat individual, di mana sifat tersebut membedakan individu anggota populasi yang satu dengan yang lainnya. Lihat: M.Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2005), h.100.
[29] Fred N. Kerlinger, Asas-Asas Penelitian Behavioral , terjemahan Landung R.Simatupang, (Yogyakarta:Gajah Mada University Press, 1996, h. 188.
[30] M.Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2005), h.104.
[31] Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), h.393.
[32] kerlinger
[33]  Atau disebut juga dengan Metode Sampling, lihat: M. Burhan Bungin, op. cit, h.105
[35] 100-101
[36] Suharsimi buat halaman tes sama angket dan eksperimen halaman yang terpisah
[37] Moh. Kasiram, Metodologi Penelitian Refleksi Pengembangan Pemahaman dan Penguasaan Metodologi Penelitian.(malang: uin-malang press, 2008), hlm. 127.

Comments

  1. As stated by Stanford Medical, It is indeed the one and ONLY reason this country's women get to live 10 years more and weigh on average 42 pounds less than us.

    (And by the way, it is not related to genetics or some hard exercise and absolutely EVERYTHING to do with "how" they eat.)

    BTW, What I said is "HOW", and not "what"...

    Click on this link to discover if this easy quiz can help you unlock your true weight loss possibility

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog